Kata Panda :

"Aku hanya yang ingin belajar menulis dan berbagi dengan manusia.."

Feb 24, 2012

BAHAN ORGANIK TANAH

LAPORAN PRAKTIKUM
ILMU TANAH HUTAN
ACARA IV
BAHAN ORGANIK TANAH
 BAHAN ORGANIK TANAH
I.TUJUAN :
1)      Masing-masing metode dibandingkan untuk menentuan bahan organik.
2)      Kadar bahan organik dibandingkan pada 6 contoh tanah yang digunakan.
3)      Faktor-faktor penyebab perbedaan kadar bahan organic dapat dijelaskan untuk membandingkan 6 contoh tanah tersebut.
4)      Kondisi kesuburan tanah dengan kadar bahan organik dapat dijelaskan dengan menggunakan 6 contoh tanah tersebut.

II.DASAR TEORI :
Bahan organik adalah hasil-hasil peruaraian tubuh bekas jasad hidup (tumbuhan dan binatang) sehingga menunjukkan perbedaan dalam ukuran, bangun, komposisi, dan watak, fisiokimiawi dari aslinya, yang telah menyatu dengan jarah-jarah penyusun tanah lainnya. Pemasok bahan organik adalah tumbuhan dan binatang. Sreresah dan bangkai hewan yang berada di atas dandi dalm tubuh tanah, akan segera diserang oleh binatang pencacah dan jasad renik pengurai, yang menjadikan sumber energy(Arsyad,1989).
Komponen organik tanah berasal dari biomassa yang mencirikan suatu tanah aktif. Komponen organik tak hidup terbentuk dari melalui pelapukan kimia dan biologi, yang dipishkan ke dalam :
(1) bahan-bahan yang anatomi bahan aslinya masih tampak dan
(2) bahan-bahan yang telah terlapuk sempurna (Hardjowigeno,2003).

Bahan organik tanah menjadi salah satu indikator kesehatan tanah karena memiliki beberapa peranan kunci di tanah. Disamping itu bahan organic tanah memiliki fungsi – fungsi yang saling berkaitan, sebagai contoh bahan organik tanah menyediakan nutrisi untuk aktivitas mikroba yang juga dapat meningkatkan dekomposisi bahan organik, meningkatkan stabilitas agregat tanah, dan meningkatkan daya pulih tanah (Sutanto,2005).


III.A.   ALAT DAN BAHAN :

1)      Contoh tanah Grumusol, Regosol, Mediteran, Latosol, Andosol, Rendzina.
2)      H2O2 10%
3)      Alas kertas
4)      Gelas arloji
5)      Spritus
6)      Timbangan analitik

B.  CARA KERJA

Metode Selidik Cepat Kualitatif.
Ø  Sebongkah tanah diambil kira-kira 5 gram.
Ø  Tanah diratakan pada alas kertas yang kering (saring).
Ø  Tanah ditetesi dengan kemikalia H2O2 10%
Ø  Pembuihan pada tanah diamati.
Ø  Perbandingan banyaknya buih dicatat antar sampel contoh tanah yang satu dengan yang lain. Yang berbuih diberi tanda (+) sesuai dengan banyak buih, dan yang tidak berbuih diberi tanda (-).

Metode Pembakaran.
Ø  Cupu yang bersih ditimbang dengan timbangan analitik ( misal a gram ).
Ø  Contoh tanah kering angin diambil kira-kira seberat 5 gram, kemudian dirata di atas cupu.
Ø  Cupuu bersama contoh tanah ditimbang ( misal b gram ).
Ø  Contoh tanah dituangi dengan spritus hingga basah betul dan segera dibakar. Kalau perlu pembakaran ini diulangi 2-3 kali untuk memperoleh kesudahan yang sempurna (semua bahan organik habis terbakar).
Ø  Dengan hati-hati abu bakaran ditiup hingga hilang. Peniupan yang terlalu kuat akan mengikutkan tanahnya, sehingga pangamatan akan bias.
Ø  Sisa yang tidak terbakar berupa bahan mineral yang semula sudah ada ditimbang beratnya ( misal c gram ).
Ø  Perhitungan kadar bahan organik adalah :
Ø  Kadar B.O = (b-c) : (b-a) x 100%
Ø  Sisa pembakaran (bahan mineral) dilarutkan dalam air sehinggga betul-betul terbebas dari abu ( misal d gram ) dan kadar abunya ditetapkan dengan menggunakan rumus
Ø  Kadar abu  = (c-d) : (b-a) x 100%


IV. DATA DAN HASIL PENGAMATAN

1.      Selidik Tanah Cepat Kualitatif
Jenis Tanah
Pembuihan
Suara Desis
Andosol
+
-
Regosol
-
-
Grumusol
-
-
Mediteran
-
-
Rendzina
+
++

2.      Cara Pembakaran
Jenis Tanah
Berat Cupu (a)
Berat Cupu Tanah (b)
Berat Cupu + Tanah Yang Sudah Dibakar (c)
BO %
Andosol
9
17
14,9
26,25%
Regosol
9
23,2
22,9
2,11%
Grumusol
7,2
12,2
12,1
2%
Mediteran
7,2
12,2
12,1
2%
Rendzina
9
22,7
22
5,11%

Perhitungan
#
a)      Andosol
b)      Regosol
c)      Grumusol
d)     Mediteran   
e)      Rendzina     

V.  Pembahasan
Pada percobaan kali ini dilakukan  pengukuran kadar bahan organik dari 5 contoh tanah yang telah disediakan. Untuk mengetahui kadar bahan organik tersebut dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu metode cepat kuantitatif, metode pembakaran, dan metode walkey and black. Dalam pratikum kali ini, untuk mengetahui kadar bahan organik metode selidik cepat dan cara pembakaran. Sedangkan pada praktikum bahan organik ini yang dilakukan hanya dengan cara cepat kuantitatif dan cara pembakaran. Cara walkey and black tidak digunakan karena akan memakan waktu yang relative lama, membutuhkan peralatan yang banyak dan rumit.
Dengan kedua metode yang telah dilakukan tersebut, terdapat keuntungan maupun kerugiannya. Pada metode selidik cepat kuantitatif keuntungannya adalah lebih praktis dan tidak memerlukan banyak alat dan bahan yang digunakan. Metode ini tidak memakan banyak waktu sehingga kadar bahan organik dapat diketahui dalam tempo yang singkat. Sedangkan kerugiannya adalah tingkat keakuratannya yang lemah, karena hanya ditentukan dengan melihat apakah terjadi buih atau tidak.
Keuntungan metode pembakaran adalah keakuratan data yang diperoleh lebih tinggi. Hal tersebut dikarenakan metode ini menggunakan hitungan-hitungan yang sudah dirumuskan selain itu juga dilakukan sebanyak 2 kali, sehingga diperoleh data yang kuantitatif. Kerugiannya adalah waktu yang dibutuhkan lebih lama dan prosesnya juga rumit karena harus membakar tanah dengan menetesi spirtus kemudian mengaduknya dan menunggu sampai apinya padam.
Dari hasil pengamatan dapat diketahui bahwa tanah regosol mempunyai kadar bahan organik 2,11%. Tanah grumusol mempunyai kadar bahan organik 2% .Dalam teorinya grumusol adalah tanah yang memiliki kadar liat lebih dari 30 % yang bersifat mengembang dan mengerut. Tanah mediteran mempunyai kadar bahan organik sebesar 2%. Tanah rendzina mempunyai kadar bahan organik sebesar 5,11%. Kadar bahan organik andosol adalah 26,25% sedangkan dengan cara selidik cepat kadarnya adalah negative ( - ), itu sangat berlawanan dengan teori dan itu dapat disebabkan oleh beberapa factor diantaranya kandungan humus pada sampel pada waktu itu,dan pengindraan praktikan. Padahal Andosol merupakan tanah dengan epipedon umbrik lebih dari 60 % terdiri dari bahan vulkanik vitrik, einder atau piroplastikvitrik yang lain.
Dari hasil tersebut dapat dilihat bahwa kandungan bahan organik dari masing-masing jenis tanah berbeda-beda. Hal ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:
1.    Iklim
Iklim dapat mempengaruhi suhu dan curah hujan. Pada suhu tinggi aktifitas organisme akan semakin cepat sehingga dekomposisi juga berjalan lebih cepat. Hal ini akan mengakibatkan bahan organik yang terbentuk semakin banyak.
2.    Tekstur
                      Tekstur tanah mempengaruhi persentase humus dan nitrogen dalam tanah.
3.    Drainase
                      Pada daerah yang mempunyai drainase yang baik proses dekomposisi berjalan baik karena air sebagai pelarut bagi proses kimia yang paling baik.
4.    Vegetasi
                      Vegetasi penutup tanah akan berpengaruh terhadap bahan organic tanah dan juga erosi yang terjadi pada tanah tersebut. Semakin banyak jumlah vegetasi yang tumbuh maka tingkat bahan organic dalam tanah akan semakin banyak pula.
     Pada tanah yang mengandung bahan organic lebih banyak maka tanah tersebut akan mempunyai kapasitas pengikat hara dan air lebih banyak sehingga akan berpengaruh terhadap kesuburan tanah, sifat-sifat tanah, dan secara tidak langsung berakibat terhadap pertumbuhan tanaman. Fungsi dari bahan organic yang ada dalam tanah tersebut adalah sebagai granulator (untuk memperbaiki tanah), sumber unsure hara N, P, S, unsure mikro, menambah kemampuan menahan air dan sebagai sumber energi bagi mikroorganisme.

VI.             Kesimpulan
1.         Setiap tanah memiliki kadar bahan organic yang berbeda – beda. Hal ini dipengaruhi oleh : iklim, vegetasi, topografi,dan tekstur tanah itu sendiri.
2.         Upaya untuk meningkatkan bahan organik tanah dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain: pemupukan, rotasi tanaman dan pengaturan drainase serta aerasi.
3.         Lapisan yang mengandung bahan organik tinggi  adalah lapisan tanah yang atas.
4.         Metode yang paling baik adalah dengan metode pembakaran karena hasilnya akan lebih akurat bila dibandingkan dengan metode selidik cepat kualitatif.

VII.Daftar Pustaka
Arsyad,S.1979.Konservasi Tanah.Jurusan Tanah, Fakultas Pertanian,IPB.Bogor.
Hardjowigeno,Sarwono.1987.Ilmu Tanah.Mediyatama.Sarana Perkasa.Jakarta.
Sutanto,R.2005.Dasar – Dasar Ilmu Tanah.Kanisius.Yogyakarta.

readmore »»  
readmore »»  

KADAR LENGAS TANAH

ILMU TANAH HUTAN
ACARA II
KADAR LENGAS TANAH

                                   KADAR LENGAS TANAH
I.        Tujuan
  1. Dapat membandingkan masing-masing metode penentuan kadar lengas pada berbagai contoh tanah.
2.      Dapat memperkirakan keuntungan dan kerugian masing-masing metode penentuan kadar lengas.
3.      Dapat membandingkan kadar lengas tanah masing-masing contoh tanah pada setiap metode penentuan kadar lengas.
4.      Dapat menjelaskan faktor-faktor yang menjadi penyebab perbedaan nilai kadar lengas tanah pada masing-masing contoh tanah.
5.      Dapat mengetahui manfaat yang dapat diperoleh dengan mengetahui kadar lengas tanah.

II.                Dasar Teori
Lengas tanah merupakan air yang terdapat dalam tanah yang terikat oleh berbagai kakas (matrik,osmosis, dan kapiler). Kakas ini meningkat sejalan dengan peningkatan permukaan jenis zarah dan kerapatan muatan elektrostatik zarah tanah. Tegangan lengas tanah juga menentuka beberapa banyak air yang dapat diserap tumbuhan. Bagian lengas tanah yang tumbuhan mampu menyerap dinamakan air ketersediaan. Keberadaan lengas tanah dipengaruhi oleh energi pengikat spesifik yang berhubungan dengan tekanan air. Status energi bebas (tekanan) lengas tanah dipengaruhi oleh perilaku dan keberadaannya oleh tanaman. Lengas tanah dipengaruhi oleh keberadaan gravitasi dan tekanan osmosis apabila tanah dilakukan pemupukan dengan konsentrasi tinggi (Sutanto,2005).
Di dalam tanah, air berada di dalam ruang pori diantara padatan tanah. Jika tanah dalam keadaan jenuh air, semua ruang pori tanah terisi air. Dalam keadaan ini jumlah tanah yang disimpan didalam tanah merupakan jumlah air maksimum disebut kapasitas penyimpanan air maksimum. Selanjutnya jika tanah dibiarkan mengalami pengeringan, sebagian ruang pori akan terisi udara dan sebagian lainnya terisi air. Dalam keadaan ini tanah dikatakan tidak jenuh (Arsyad,1989).
Di dalam tanah air dapat bertahan tetap berada di dalam ruang pori karena adanya berbagai gaya yang yang bekerja pada air tersebut. Untuk dapat mengambil air dari rongga pori tanah diperlukan gaya atau energy yang diperlukan untuk melawan energi yang menahan air. Gaya – gaya yang menahan air hingga bertahan dalam rongga pori berasal dari absorbsi molekul air oleh padatan tanah, gaya tarik menarik antara molekul air, adanya larutan garam dan gaya kapiler. Jumlah air tanah yang bermanfaat untuk tanaman mempunyai batas – bata tertentu. Seperti pada kekurangan air, kelebihan air dapat merupakan kesukaran. Air yang kelebihan itu tidaklah beracun, akan tetapi kekurangan udara pada tanah – tanah yang tergenanglah yang menyebabkan kerusakan. Tanaman dapat ditanam dengan memuaskan dalam larutan air bila aerasi diberikan dengan baik (Hardjowigeno,2003).
III. Cara Kerja
1. Memperkirakan tingkat kebasahan tanah
Perkiraan ini didasarkan atas tanda kebasahan yang tampak dan konsistensi tanah.
Tingkat
Kebasahan
Tanda – tanda
Ø  Basah



Ø  Lembab


Ø  Kering

·         Pada permukaan zarah-zarah dan gumpalan-gumpalan tanah, nampak selaput air. Tanah mengeluarkan air pada waktu diinjak atau diremas; setara dengan tegangan lengas 0.01 bar atau kurang (kondisi kapasitas lapangan).
·         Tanah berada diantara keadaan basah dan kering. Setara dengan tegangan lengas yang kurang dari 15 bar, tapi tidak kurang daripada 0.01 bar.
·         Setara dengan tegangan lengas 15 bar atau lebih (titik layu permanen). Tanda-tandanya tergantung pada teksturnya, bila:
§  Pasiran     : Bahan galian bersifat galir (loose) dan kersai, kalau ditetesi air warna jelas bertambah gelap.
§  Debuan        : Bahan galian bersifat rapuh dan mendebu jika diremas. Kalau ditetesi air, warna bertambah gelap.
§           Lempungan        : Konsistensi teguh pada sampai keras, tidak dapat atau sulit diremas, tanah meretak.

a. Diambil contoh tanah kering angin secukupnya, contoh tanah yang telah diberi sedikit air dan contoh tanah yang telah diberi air sampai kapasitas lapangan.
b.   Diamati warna dan bentuk butiran.
c.   Diremas diantara ibu jari dan telunjuk kemudian diamati kelengasannya, keliatannya, keteguhannya, dan kekelasannya.
d.   Dibandingkan hasilnya untuk setiap kenampakan kelengasan dari masing-masing contoh tanah dengan tabel di atas.

2. Cara pengovenan
a.   Ditimbang cupu (misal a gram)
b.   Dimasukkan contoh tanah ke dalam penimbang sampai kira-kira ¼ atau ½ nya.
c.   Ditimbang cupu berisi tanah (misal b gram)
d.   Dimasukkan cupu berisi contoh tanah ke dalam oven yang telah diatur panasnya setinggi 105-1100C selama  4 jam atau lebih.
e.   Dinginkan contoh tanah di dalam cupu dalam keadaan tertutup rapat ke dalam eksikator.
f.    Ditimbang contoh tanah dalam cupu dengan timbangan yang sama (misal c gram)
g.   Kadar lengas (%)    = (berat air : berat tanah KM )  x  100%
      = { (b-c) : (c-a) } x 100%
IV. Data dan Hasil Pengamatan
a. Tingkat Kebasahan Tanah
No
Jenis Tanah
Tingkat Kebasahan
Tanda-Tanda
1
Regosol
Kering
Pasiran cokelat cerah


Lembab
Remah, lepas-lepas, domonan pasir


Basah
Pasiran, warna gelap coklat
2
Andosol
Kering
Pasir, agak kasar, coklat


Lembab
Pasir agak coklat kehitaman


Basah
Pasir halus, kehitaman
3
Grumusol
Kering
Bebutir, berdebu


Lembab
Tidak lekat / menyatu


Basah
Elastis
4
Rendzina
Kering
Remah, coklat tua


Lembab
Menggumpal


Basah
Plastis
5
Mediteran
Kering
Remah, merah bata


Lembab
Menggumpal


Basah
Elastis

b. Pengovenan
No
Jenis Tanah
Berat Cupu
(a)
Berat Cupu + Tanah Basah
(b)
Berat Cupu + Tanah Kering
(c)
Kadar Lengas
1
Regosol
8
70,5
55
33%
2
Andosol
8,1
31
18
131%
3
Grumusol
7,1
21
17,5
34%
4
Rendzina
8
23
20
25%20%
5
Mediteran
7,5
24
21,3


Perhitungan Kadar Lengas:
Kadar Lengas (%)       = {(b - c) : (c - a)} x 100%
- Regosol                  = {(70,5 - 55) : (55 - 8)} x 100 %
= 33%
- Andosol                 = {(31 - 18) : (18 – 8,1)} x 100 %
                              = 131%
- Grumusol   = {(21 – 17,5) : (17,5 – 7,1)} x 100 %
                              = 34%
- Redzina                  = {(23 - 20) : (20 - 8)} x 100 %
                              = 25%
- Mediteran  = {(24 – 21,3) : (21,3 – 7,5)} x 100 %
                              = 20%

 V. Pembahasan

Pada praktikum ini dilakukan 2 cara menentukan kadar lengas tanah yaitu dengan cara memperkirakan tingkat kebasahan tanah dan dengan cara pengovenan. Metode tingkat kebasahan berkaitan dengan gejala – gejala yang ada pada tanah tersebut, kenampakan tanah dirasakan sehingga penilaian akan sesuai deskripsi, sedangkan pada pengovenan dilakukan dengan pemanasn dan kemudian ditimbang untuk mencari selisih agar diketahui kadar lengasnya. Dengan dilakukan percobaan, dapat diketahui kelemahan dan keuntungan dari metode – metode diatas yaitu :
1.      Metode pengovenan
a.     Keuntungan
·      Tidak terlalu terganggu oleh factor internal
·      Suhu merata dan dapat diatur
·      Hasil yang didapatkan lebih akurat
b.    Kelemahan
·      Waktu cukup lama
·      Banyak energi yang dibutuhkan (listrik)
·      Lengas yang menjadi uap terakumulasi di dalam oven
2.      Metode tingkat kebasahan
a.     Keuntungan
·      Mudah dilakukan
·      Waktu tidak terlalu lama
·      Tidak membutuhkan biaya yang mahal
·      Dapat dilakukan dimana saja
b.    Kelemahan
·      Data yang didapat kurang akurat
·      Membutuhkan ketelitian dan analisis yang tepat
·      Hasil pengamatan didasarkan pada deskripsi subyektif masing – masing praktikan
Setelah data didapat, ternyata kadar lengas setiap tanah berbeda-beda. Kadar lengas tanah terbesar dimiliki oleh tanah Andosol (131%) -> Grumusol (34%) -> Regosol (33%) -> Rendzina (25%) -> Mediteran (20%).
Untuk hasil pengamatan berdasarkan tingkat kebasahan diperoleh bahwa :
1.      Tanah Regosol
Tingkat kebasaan kering tanda – tandanya adalah berwarna abu – abu, kasar dan mudah pecah, pada tingkat kebasahan lembab tanda – tandanya adalah berwarna coklat kehitaman, kasar, dan mudah pecah. Sedangkan pada tingkat kebasahan basah tanda – tandanya adalah berwarna coklat kehijauan, kasar, dan agak lengket.
2.      Tanah Grumusol
Pada tingkat kebasaan kering tanda – tandanya gumpal, dan pada tingkat kebasahan lembab tanda – tandanya teguh sedangkan pada tingkat kebasahan basah tanda – tandanya melekat.
3.      Tanah Mediteran
Pada tingkat kebasaan kering tanda – tandanya adalah berwarna coklat muda, mudah pecah, dan menggumpal, pada tingkat kebasahan lembab warnanya menjadi coklat kemerahan, halus, lengket, dan mudah pecah, sedangkan pada tingkat kebasahan basah tanda – tandanya sama dengan pada tingkat kebasahan lembab.
4.      Tanah Rendzina
Pada tingkat kebasaan kering tanda – tandanya adalah gumpal, pada tingkat kebasahan lembab menjadi tidak teguh, sedangkan pada tingkat kebasahan basah menjadi tidak melekat.
5.      Tanah Andosol
Pada tingkat kebasahan kering tanda – tandanya adalah berwarna coklat dan kasar, pada tingkat kebasahan lembab tanda – tandanya berwarna coklat tua, tidak teguh, dan gumpal. Sedangkan pada tingkat kebasahan basah warnanya menjadi merah kecoklatan, lengket dan licin.
            Faktor – factor yang memengaruhi kadar lengas terdiri dari factor kondisi tanah dan nilai kadar lengas tanah. Sifat fisika, dan kimia juga memengaruhi kadar lengas tanah. Jika dijabarkan maka yang menjadi penyebab perbedaan kadar lengas tanah diantaranya :
1.         Struktur tanah
Struktur tanah ialah ikatan – ikatan partikel tanah satu dengan yang lain. Ikatan ini disebut agregat.
2.         Tekstur tanah
Tekstur tanah ialah perbandingan nisbi tiga golongan besar fraksi tanah, yaitu fraksi pasir, debu, dan lempung. Dari ketiga fraksi ini, fraksi lempung paling kuat mengikat air
3.         Konsistensi tanah
Konsistensi tanah ialah daya adhesi dan kohesi diantara partikel tanah dan ketahanan massa tanah terhadap perubahan bentuk oleh tekanan atau kekuatan lain.
4.         Usia tanah
Usia tanah sangat memengaruhi kadar lengas yang ada pada suatu tanah. Semakin tua usia tanah maka akan semakin berkurang kadar lengasnya. Tanah yang sudah tua biasanya berwarna lebih lebih cerah karena sedikitnya unsure hara, hal tersebut terjadi setelah proses pelindian, dan penempatan lapisan – lapisan tanah.
5.         Fraksi penyusun
Lempung sebagai fraksi dengan diameter partikel terkecil maka akan mudah menyimpan air, sedangkan debu sedikit lebih sulit dibandingkan dengan lempung. Fraksi utama dengan kadar lengas terendah adalah pasir, disebabkan pasir memiliki ikatan dan jarak antar partikel yang paling besar. Dengan demikian, tanah dengan fraksi utama lempung akan memiliki kadar lengas yang cukup tinggi.
6.         Kondisi pori tanah
Hal ini berkaitan dengan tekstur. Tekstur besar maka partikel besar sehingga kurang mampu menyimpan lengas.
7.         Iklim
Curah hujan tinggi, suhu rendah, dan intensitas matahari yang sedikit akan mengakibatkan kelembaban yang tinggi sehingga penguapan sedikit, kadar lengaspun akan semakin tinggi jika semakin lembab keadaan suatu tanah.
            Adapun factor atau sifat tanah yang dipengaruhi kadar lengas yaitu:
1.         Aerasi
Jika pori makro dan mikro tanah yang seharusnyua juga diisi oleh udara, tetapi karena factor tertentu terisi oleh air maka  aersinya menjadi buruk.
2.         Struktur tanah
Kadar lengas sangat berpengaruh pada daya lekat tanahnya, dan akan memengaruhi perbandingan relative antara fraksi dalam hal zat perekatannya yaitu tekstur.
3.         Kemudahan pengolahan
Jika lengas dalam keadaan seimbang maka tanah cenderung mudah diolah.
4.         Bentuk tanah
Jika saemakin stabil antara tekstur, struktur, dan kadar lengas tanah maka bentuk tanah semakin tertata.
            Di lapangan kadar lengas akan sangat berguna, seorang forester yang akan menanam pohon, tentunya akan lebih menguntungkan apakah tanah yang akan ditanami memiliki kadar lengas yang cukup sehingga pohon dapat tumbuh optimal. Selain itu pola konservasi yang tepat dapat ditentukan. Pengolahan tanah yang tepat juga dapat memperhatikan aspek kadar lengas tanah. Struktur akar juga dipengaruhi oleh kadar lengas tanah .Jika kadar lengas terlalu tinggi, maka akar cenderung akan tidak kuat menopang karena akar tunggang yang tidak mencapai kedalaman, selain itu akar juga dapat busuk karena terlalu banyak kadar lengas yang terkandung.
Air bebas adalah air yang bukan lagi dalam bentuk ikatan ion-ionnya. Air tersedia adalah air yang dapat dimanfaatkan oleh tanaman, sedangkan air yang tidak tersedia adalah air yang tidak dapat dimanfaatkan oleh tanaman.
VI. Kesimpulan

a)      Metode memperkirakan keabsahan tanah:
Keuntungan      :    dapat mengetahui ciri tanah secara langsung dan tidak memerlukan biaya yang besar.
Kekurangan       :  hasil yang diperoleh mungkin akan berbeda dengan teori hal ini disebabkan kekurang ketelitian dalam peremasan contoh tanah
b)       Metode cara pengovenan.
Keuntungan      : contoh tanah mendapat panas yang stabil dan terjaga keamanan kondisinya.
Kekurangan       : memerlukan biaya yang sedikit mahal jika dibandingkan dengan menggunakan cara yang pertama.
c)    Urutan contoh tanah yang memiliki kadar lengas dari rendah ke tinggi;
      - Andosol              = 131 %
      - Grumusol            = 34 %
      - Regosol               = 33 %
      - Rendzina             = 25 %
      - Mediteran           = 20 %

VII.           Daftar Pustaka

Arsyad,S.1979.Konservasi Tanah.Jurusan Tanah, Fakultas Pertanian,IPB.Bogor.
Hardjowigeno,Sarwono.1987.Ilmu Tanah.Mediyatama.Sarana Perkasa.Jakarta
Sutanto,R.2005.Dasar-Dasar Ilmu Tanah.Kanisius.Yogyakarta
readmore »»  
readmore »»